Mazmur Suciwati
Doa Sayidina Ali laksana air pegunungan yang terpercik pada paras Suciwati Munir.
“Ketika kumohon kekuatan, Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat. Ketika kumohon kebijaksanaan, Allh memberiku masalah untuk kupecahkan. Ketika kumohon kesejahteraan, Allah memberikan aku akal untuk berpikir. Ketika kumohon keberanian, Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi. Ketika kumohon sebuah cinta, Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong. Ketika kumohon bantuan, Allah memberiku kesempatan. Aku tidak pernah menerima apa yang kupinta, tapi aku menerima segala yang kubutuhkan.”
Perjuangan demi kebenaran yang seringkali di luar batas tanggungan sebagai manusia mendorong Suciwati Munir menghadap Allah dengan mazmur ratapan.
“Ya Allah, aku bukan Sayidina Ali yang Kau beri kemuliaan. Aku hanya manusia biasa dan aku memohon kepadaMu sebab aku meyakini-Mu. Berilah kemudahan bagi kami untuk mengungkap pembunuhan ini. Beri kami kekuatan untuk menjadikan kebenaran sebagai kebenaran sesuai perintah-Mu. Menjadikan keadilan sebagai tujuanku seperti tujuan menurutMu. Ya Allah, aku tidak menjadi manusia yang lebih dari yang lain dengan berbagai ujian yang Kau berikan, seperti Kau muliakan Nabi Muhammad dengan berbagai ujianMu. Aku hanya minta menjadi manusia biasa dan dapat mengungkap kasus ini. Amin.”
2 comments:
That is so true yah Mo. Tuhan bukan memberikan apa yang kita minta tapi apa yang kita butuhkan. Thank you for reminding that. Gimana Mo examnya udah selesai yah? Mudah2an hasilnya bagus2 :)
Halo Ingrid.... how r u? :-) Benar sekali 'Ngrid. Saya banyak belajar hidup dari pribadi seperti dia.
O iya 'comprehensive exam' udar kelar dan dinyatakan LULUS :-) Next step: writing dissertation proposal dan menulis desertasi :-)
Post a Comment