Kuasa Kata: Menyapa

Saya pada awalnya mendesain blog ini sebagai gudang penyimpanan tulisan. Saya kemudian mengalihkan fungsinya sebagai ruang kemanusiaan. Layaknya seorang photografer, saya membingkai berbagai kehidupan manusia dalam beragam frame. Blog ini menawarkan senyuman, tetapi sekaligus air mata kehidupan.
Semoga setiap nama dan peristiwa dalam blog ini menyapa hidup pembaca. Kata yang baik memiliki kuasa untuk menyapa.

Mutiara Andalas, S.J.


Wednesday, November 18, 2009

Langkah Andrea


Langkah Andrea

Andrea hanya membolak-balik halaman buku di tangannya tanpa menyentuh isinya. Matanya sempat membaca beberapa baris kalimat di halaman yang sama. Pikirannya mengajak Andrea menjauhi teks.
“Ia telah mengkhianati kesetiaanku.”
Di tepi kolam Albert duduk mematung. Air kolam seakan turut beku. Ia melongokkan kepala ke kolam untuk bercermin.
“Aku telah mengkhianati kesetiaannya.”
Kepala Andrea berkali-kali menggelengkan kepala.
“Aku menolak membencimu, namun aku harus mengakui aku sedang marah terhadapmu.”
Andrea dan Albert hampir seminggu menyepi di villa milik sahabat dekatnya.
“Aku memilih diam daripada bicara diliputi kemarahan,” ujar Andrea saat menerima telpon dari Patricia, sahabat perempuannya.
Andrea beranjak dari beranda villa. Kaki telanjangnya terguyur embun yang masih menempel di rerumputan.
Kakinya melangkah pelan mengikuti gerak pikirannya.
“Langkah apa yang kaubuat sehingga engkau dapat keluar dari saat-saat sulit bersama suamimu?” tanya Patricia beberapa tahun kemudian.
“Perhatikan langkah kakimu.”
Langkah Patricia terhenti. Kakinya berdampingan sejajar seperti saat upacara bendera.
“Aku tetap melangkah dengan satu kaki di depan kaki yang lain. Jangan sampai kaki-kakiku terpaku di tempat. Aku terus mencintai Albert.”

4 comments:

bagus said...

nice videos

Anonymous said...

sesungguhnya, tiada Tuhan yang berhak disembah selain ALLAH dan MUHAMMAD itu adalah pesuruhNya !

ketahuilah, bahawa ugama Yahudi,Nasrani dan Majusi adalah Ugama yang telah diselewengkan oleh pengikut-pengikut Nabi/Rasul pada zaman tersebut. Tiada lagi kitab Injil, Taurat dan Zabur yang tulin, semuanya telah di tokok tambah mengikut hawa nafsu manusia. Hanya Al-Quran yang akan terus dipelihara oleh ALLAH sehingga hari kiamat.

Anonymous said...

nice post!

erlita sari said...

romo andalas saya erlita sari anak pusakris sanmar tangerang... masih ingat ga mo? apa kabarnya romo andalas? btw sekarang ada dimana mo?