
Sebuah lilin bernyala. lilin yang lain menyusul. dua kaki berlutut."Tuhan."Jeda panjang mengikutinya. Andrea mempererat matanya yang terkatup."Sekarang saatnya, Tuhan?"Tangannya mengusap lembut pelupuk matanya yang membasah."Aku mencintainya."Kedua tangannya bergetar."Tuntun aku."Andrea teringat saat orang tua memapahnya memasuki rehabilitasi narkoba."Bapak dan ibu kecewa dengan hidupku?" tanya Andrea dengan paras tertunduk."Apakah cinta kami harus berkurang karena engkau pernah kecanduan?"Andrea menarik nafas panjang."Engkau pecandu?" tanya kekasihnya."Dulu.""Mengapa engkau baru mengaku kepadaku sekarang saat aku terlanjur jatuh cinta kepadamu?" ungkap kekasihnya kecewa."Apakah cintamu akan terpengaruh masa lalu kehidupanku?""Apakah pertanyaanmu masih butuh jawaban?"Telepon diputus paksa dari seberang.Dua lilin yang menyertai doa Andrea hampir habis."Apakah cinta tanpa memandang masa lalu hanya milik-Mu dan orang tuaku?"
No comments:
Post a Comment